Universitas Widya Gama Widya Gama Mahakam University

TEMA “Membentuk Generasi yang kreatif dan inovatif Berdasarkan Tumbuh Kembang Anak melalui Permainan Berbasis Recycled Materials”.

Anak sebagai makhluk individu yang mempunyai aspek biologis, psikologis, sosiologis, antropologis. Pendekatan pembelajaran pada pendidikan anak usia dini adalah pendekatan “Bermain sambil Belajar” dan Belajar sambil Bermain”, belajar berpusat pada anak dan belajar melalui simulasi.

Mengembangkan potensi belajar anak, maka harus di perhatikan aspek-aspek pengembangan yang akan dikembangkan sesuai dengan disiplin ilmu yang saling berhubungan dan berintegrasi sehingga diharapkan anak dapat menguasai beberapa kemampuan dengan baik.

Pembelajaran yang pada Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pendidikan yang memerlukan banyaknya media dan alat pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan belajar yang baik dan menyenangkan, karena pada hakekatnya pembelajaran pada pendidikan anak usia dini bersifat belajar dari yang kongkret ke yang abstrak, sederhana ke yang kompleks, dari gerakan ke verbal, dari diri sendiri ke sosial.

Seminar dan Workshop dimulai pukul 08.30 hingga pukul 15.00 wita. Lokasi Seminar dan Workshop dilaksanakan di Ruang Serba Guna Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, pada tanggal 8 April 2017.

Peserta Seminar dan workshop dihadiri oleh 60 peserta yang membicaran tentang Tumbuh Kembang Anak Usia Dini.  Peserta di hadiri oleh Mahasiswa, guru-guru PAUD dan para Praktisi yang menggeluti bidang Ke PAUD an yang ada di Samarinda dan Sangatta.

Seminar di isi oleh dua pemateri yang pertama tentang Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, yang di bawakan oleh Bapak DR. Hendro Kunchoro, M.Si M.Psi, dan pemateri yang kedua oleh Ibu Hanita, M.Pd. Dengan materi tentang Bermain dan Permainan. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang di pandu oleh ibu Hanita, M.Pd. dengan kegiatan membuat permainan  untuk pembelajaran AUD dengan bahan bekas yang terdiri dari, kardus, tutup dan botol serta gelas air minum berbahan plastik, sedotan, stik es krim, koran bekas, kain perca, piring telur, kancing baju bekas. Peserta Seminar dan Workshop terlihat sangat antusias membuat barang-barang bekas menjadi suatu karya yang bisa di jadikan alat Permainan Edukatif (APE) yang pasti sangat berguna bagi pembelajaran Anak Usia Dini.